pramugari
ketika remaja seumuranku merasakan indahnya masa muda, asiknya nongkrong, serunya jalan. aku sudah harus merasakan lelahnya bekerja keras. kehidupan sosialku seolah diambil oleh pekerjaanku. jauh dari keluarga sudah pasti.
aku dilatih keluar masuk hutan, berenang di laut, menghadapi keadaan seburuk apapun. menolong orang lain sebelum aku menolong diri sendiri. pagi buta disaat orang masih tidur telelap atau tengah malam dimana semua orang berfistirahat, aku sudah harus mempersiapkan diri memakai make-up ku dan menggeret koperku menuju bandara. tersenyum sekalipun ada yg sangat menjengkelkan. menyapa orang dengan ramah sekalipun mata masih terasa berat. aku dituntut menjadi wanita pemberani tetapi tetap terlihat anggun. berusaha menahan emosi menghadapi penumpang jahil atau mungkin yg ingin menggoda. berpindah dari suatu tempat ke tempat lain dalam waktu singkat, dan begitu seterusnya.
ketika semuanya merasakan indahnya merayakan lebaran. berkumpul dengan keluarga, aku tetap harus menjalankan tugas. dan untuk pertamakalinya aku berlebaran sendiri didaerah tanpa orang-orang yg aku kenal.
ketika kalian berfikir apa yg ada di pikiranku ketika sedang takeoff atau landing, sebenarnya aku sedang memikirkan. kangen keadaan dirumah.
tetapi aku bersyukur dengan pekerjaan ini. semua seolah bisa aku kerjakan sendiri. aku bisa berkeliling manapun tanpa harus menyusahkan orangtua. menjelajah ke berbagai macam daerah bahkan negara bagian di dunia. pekerjaan dan keadaan yang memaksaku untuk bersikap dewasa dan menjadi wanita tangguh, memiliki mental yg kuat tetapi tetap mengenal sopan santun, dan mengenal arti bekerja keras.
grow old
bisakah kita tetap saling jatuh cinta bersama? sebab, saat aku melihat pasangan tua yang masih tetap romantis itu, yang masih saling menatap dengan penuh kekaguman, masih tetap saling memuji, dan berpegangan erat hingga berpelukan hangat, aku terpikir kamu, oleh kita, oleh masa tua kita. karena entah mengapa, aku hanya ingin jatuh cinta bersamamu saja. menua bersama. tanpa kecurangan. tanpa ada yang lainnya. bisakah kau tetap menatapku penuh kekaguman, sembari berkata ‘kau cantik’ lalu tersenyum dan mencium keningku yang keriput? masihkah kau akan membelai lembut rambut putihku yang mulai habis satu persatu? mungkinkah kau tetap menggenggam tanganku, memeluk tubuhku yang bergetar, rapuh, rentan dimakan waktu? akankah kita tetap tidur berhadapan, berdekatan, dan saling mengucapkan selamat tidur sampai bibir mengkerut, ompong? karena aku begitu ingin, dan begitu excited membayangkan bahwa kita bisa saja menjadi tua dan tetap saling jatuh cinta setiap harinya. setiap hari, sayang :) bukankah menyenangkan berpikir bahwa ada seseorang yang bisa mencintaimu, selamanya. ya, selamanya :)
YOU COMPLETE ME, WIDYATAMA ♥
kesederhanaan pemikiranmu yang bikin aku suka. kamu melakukan ini dengan tetap konsisten di jalanmu. tidak peduli orang berkata apa. aku menemukanmu dengan kamu yang utuh. kamu sungguh beda dari yang lain dan aku suka :)





